Rabu, 04 Mei 2011

Usaha Penggemukan Itik Jantan dalam 40 hari

Kalau kita perhatikan, tingkat konsumsi protein hewani masyakarakat sekarang menunjukkan grafik yang terus meningkat seiring dengan tingkat pendapatan dan kesadaran masyarakat. Sebenarnya ini adalah peluang usaha dari sisi pemenuhan kebutuhan daging baik daging ruminansia maupun daging unggas. Dari segi tingkat kebutuhan daging unggas, daging itik menduduki peringkat kedua setelah daging ayam disusul kemudian oleh daging puyuh dan merpati.

Selama ini pemenuhan kebutuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produktifnya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengan marak dan berkembangnya bisnis kuliner seperti resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan daging bebek (itik). Maraknya resto dan warung tenda yang menyajikan menu bebek seperti lalapan bebek goreng, bebek bakar, dan bebek presto di berbagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Menu olahan daging bebek ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner. Tak ayal jumlah permintaan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjanjikan dan semakin terbuka lebar.

Kualitas dari daging itik afkir tidak sebaik daging itik yang memang dikembangkan sebagai itik pedaging. Daging itik muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata-rata umur 5-6 minggu.

Berikut kami sajikan beberapa pertanyaan yang akan dapat menghilangkan keraguan anda untuk memulai usaha penggemukan itik jantan :

*Kenapa mesti itik?

Kita semua tahu dan akan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya lebih mahal 1-2 kali lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam (goreng, bakar, crispy, dll). Mengapa? Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.

*Mengapa itik jantan?

Harga DOD itik jantan lebih murah daripada yang betina, di samping itu secara teori dan praktek pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat dari pada itik betina.

*Mengapa 40 hari?

Sebesar 30% biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya adalah semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua adalah dengan memperhitungkan harga jual bebek umur 40 hari yang lumayan tinggi. Dan ketiga karena pada rentang umur tersebut adalah laju pertumbuhan yang optimal.

*Harga jual dan peluang pasar

Kalau kita cermati harga itik afkir sekarang sekitar Rp 27.000-30.000/ekor dengan berat sekitar 1,5-1,8kg. Dengan harga yang sama kita akan bisa mendapatkan 2 ekor itik remaja.

Setelah beberapa pertanyaan dan keraguan anda sedikit terjawab, dan keinginan untuk usaha ini tetap ada maka kita melangkah pada usaha manajemen pemeliharaan antara lain masalah bibit, pakan, kandang dan penyakit.

Berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke-4 hal tersebut.

*Bibit

Umur itik antara 1-7 hari disebut dengan DOD (Day Old Duck). Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain dengan menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier atau produsen DOD. Kami di sini tidak bicara untung-rugi tentang cara mendapatkan DOD, tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda dekat dengan penyedia DOD maka mintalah DOD yang sudah berumur 3-7 hari meskipun harganya terpaut sekitar Rp 200-300/ekor tapi akan lebih menguntungkan kalau kita hitung lebih teliti. Keuntungan kalau kita membeli pada umur tersebut adalah sudah bisa diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian (mortalitas) rendah.

*Pakan

Pakan DOD umur 1-3 minggu sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate). Yang sering digunakan adalah jenis pakan starter untuk ayam pedaging. Multivitamin dan antibiotika juga perlu diberikan seperti vitachick, rhodivit, sorbitol dan lain sebagainya. Frekuensi pemberian pakan kalau bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungannya yang akan di dapat dengan frekuensi pemberian pakan lebih banyak adalah pakan yang kita berikan senantiasa fresh dan terkontrol. Setelah umur 3 minggu pakan bisa diganti dengan komposisi 1 bagian konsentrat dengan 2 bagian dedak. Bahan pakan alternatif lain yang bisa diberikan antara lain : siput, rejekan mie instan, ampas kelapa, bihun afkir, roti afkir dan lain sebagainya. Kadar protein yang dibutuhkan antara 16-22% dan energy metabolisme sekitar 2900-3000 kkal/kg.

*Kebutuhan pakan dan minum per 100 ekor

Umur (minggu) Jumlah pakan (kg) Jumlah minum (ltr)

1 1,5 3,2

2 3 7,2

3 4 10,4

4 6,1 13,6

5 6,5 16

6 6,8 17,6


*Kandang

Model kandang untuk penggemukan itik jantan cukup sederhana yaitu kandang bok dan postal. Kandang box digunakan untuk pemeliharaan 1-3 minggu, sedangkan kandang postal untuk pemeliharaan 3 minggu sampai panen. Kunci utama dalam pemeliharaan di kandang box adalah faktor pemanas. Pemanas yang bisa anda gunakan antara lain pemanas buatan (brooder) dengan sumber panas dari minyak tanah, briket batubara, LPG, lampu neon, dop dan sebagainya. Kepadatan kandang per m2 sekitar 30-40 ekor. Sedangkan pada kandang postal yang perlu mendapatkan perhatian adalah kepadatan kandang dan pemantauan laju pertumbuhan. Sering-seringlah mengganti atau menambah alas kandang baik dengan jerami, sekam, atau bahan lain sejenis.

*Analisa usaha

Analisa usaha yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan kandang dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya.

Berikut perhitungan usaha penggemukan itik jantan per 100 ekor dalam 40 hari (6 minggu) :

*Biaya

DOD 100 ekor x Rp 3.000 = Rp 300.000
Pakan dedak l.k 50 kg x Rp 1.200 = Rp 60.000
Pakan pabrik 100 kg x Rp 5.500 = Rp 550.000
Obat-obatan Rp 50.000
Biaya lain-lain Rp 100.000
Total Pengeluaran Rp 1.060.000,-

*Pendapatan

Asumsi bebek yang mati sebelum 6 minggu sebesar 15% (termasuk tinggi). Sehingga yang tersisa adalah 85 ekor dengan harga jual Rp 13.000/ekor maka akan di dapat pendapatan sebesar 85 ekor x Rp 13.000 = Rp 1.275.000,- (harga jual di beberapa daerah bisa tembus angka Rp 18.000-20.000/ekor dengan berat yang sama)

*Keuntungan

Keuntungan = total pendapatan - total biaya = Rp 1.275.000 - 1.060.000 = Rp 215.000

Mungkin keuntungan di atas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. Perhitungan di atas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor maka kami menyarankan kepada anda untuk memulainya dengan jumlah minimal 500 ekor. Di samping itu waktu kita juga tidak banyak terpakai karena ini sifatnya usaha sambilan dan anda dapat membandingkanya dengan waktu yang terbuang seorang buruh pabrik yang kerja 8 jam per hari dengan gaji yang diterima. Anda perlu tengok kembali waktu perputaran modal anda.

*Keuntungan bisa kita maksimalkan dengan usaha berikut :
  1. Penggunaan pakan alternatif
  2. Menekan angka kematian
  3. Mencari harga jual tertinggi

Tak selamanya usaha selalu mulus dan mendatangkan fulus alias duit, sehingga kita mesti siap-siap dengan resiko dan kendala yang siap menghadang. Resiko jangan membuat kita lari akan tetapi kita perlu menghadapinya dengan optimisme akan berhasil.

*Beberapa kendala antara lain :
  1. Keamanan kurang yang bisa mengakibatkan itik mati semua karena penyakit, dicuri orang
  2. Bencana alam yang tidak bisa di duga dan ini kita serahkan dengan yang di atas (Allah SWT)
  3. Hasil panenan tidak ada yang membeli atau belum menemukan pengepul yang cocok.
  4. Limbah bau yang ditimbulkan sehingga mengundang reaksi tetangga sekitar dan bisa jadi kandang kita dirusak, dihancurkan dan bisa jadi ternak kita di jarah alias dirampok
  5. Anakan bebek yang kita beli adalah ‘palsu’, bisa jadi betina atau kualitasnya kurang bagus sehingga laju pertumbuhannya kurang
  6. Harga pakan di tengah jalan melambung tinggi
  7. Pesaing usaha yang mungkin terusik dengan usaha baru kita dan melakukan cara tidak sportif untuk mematikan usaha kita
  8. Tidak mendapat dukungan keluarga dan masyarakat
By sentralternak.com

Sabtu, 15 Mei 2010

Rumah Tangga Islami

Setiap keluarga muslim tentunya menginginkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sebab dari keluarga yang sakinah, maka akan lahir anak-anak yang berjiwa islami. Pendidikan pun dapat dengan mudah diterapkan pada sebuah keluarga yang islami.

Keluarga yang sakinah akan dapat terwujud dari sebuah rumah tangga yang islami. Dari sebuah rumah tangga yang islami, kualitas anggota keluarga di dalamnya dapat terjaga, sehingga rumah tangga tersebut akan jauh dari hal-hal yang dimurkai Allah SWT. Namun seperti apa sih rumah tangga yan islami itu? Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang islami?

Pada dasarnya, rumah tangga yang islami adalah rumah tangga yang di dalamnya terdapat nilai-nilai syariat islam, yang dijalankan oleh anggota keluarga tersebut. Untuk mewujudkan sebuah rumah tangga islami, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Hal-hal yang harus kita perhatikan dalam sebuah rumah tangga islami adalah:

1. Rumah islami adalah rumah orang-orang yang selalu menyucikan diri dan senantiasa mengingat Allah. Rumah yang di dalamnya ditegakkan penghambaan kepada Allah, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Setiap penghuni rumah mengutamakan amal sholeh dan selalu mengingat Allah kapan dan dimana saja ia berada.

2. Rumah yang didirikan untuk menegakkan kedaulatan Allah di muka bumi serta menjadi tempat untuk mewujudkan syariat islam dalam setiap aspek kehidupan para penghuninya.

3. Penghuni rumah menyadari bahwa rumah tersebut hanyalah tempat sementara, selama ia menabung amal sholeh sebagai bekal untuk di akhirat kelak. Para penghuni rumah tersebut lebih menginginkan dan selalu merindukan rumah yang kekal (surga) di sisi Allah.

4. Rumah yang selalu bersih dari najis dan hadast, baik besar maupun kecil. Hal ini karena penghuni rumah tersebut benar-benar menyadari bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, dan kebersihan merupakan salah satu syarat sah ibadah kepada Allah SWT.

5. Rumah yang dipenuhi dengan kalam Allah, karena para penghuninya rajin untuk membaca dan mempelajari ayat-ayat suci Al Qur’an.

6. Rumah yang di dalamnya penuh dengan akhlak islami, yang diperlihatkan oleh semua anggota keluarga. Anak-anak berbakti pada orang tua, orang tua mendidik anak-anaknya dengan penuh nuansa islami, sesame saudara saling menghormati, serta memuliakan para tamu yang datang untuk bersilaturahmi.

7. Rumah yang jauh dari hal-hal yang mampu membuat penghuninya “kembali” ke masa jahiliyah, yang melalikan penghuninya untuk beribadah kepada Allah SWT.

8. Rumah yang menjadi madrasah atau tempat pendidikan bagi seluruh penghuninya, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Di dalamnya terdapat berbagai prasarana untuk melakukan pembelajaran secara islami, baik itu berupa buku, majalah, maupun hal-hal lainnya.

9. Rumah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya anak-anak yang sehat, baik jasmani maupun rohaninya.

10. Rumah yang dihuni oleh keluarga yang sholeh, selalu memakmurkan masjid dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakatnya.

11. Rumah yang dihuni oleh istri dan ibu yang sholehah, yang menjadi tumpuan dan sumber kasih saying keluarga.

12. Rumah yang menjadikan tetangganya aman dan senang bersilaturahmi dengan para penghuni rumah tersebut.

13. Rumah yang selalu memuliakan tamu yang datang, baik itu tetagga dekat maupun jauh, sehingga terjalin tali silaturahmi yang cukup kuat antara penghuni rumah dengan orang lain.

14. Rumah yang penghuninya mampu menjadi teladan bagi masyarakat sekitar dalam menegakkan syariat islam dan hal-hal positif lainnya.

15. Rumah yang penuh berkah, yang tidak melalikan penghuninya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jika kita lihat, alangkah sederhananya sebuah rumah tangga yang islami. Namun, mewujudkannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Setiap anggota keluarga harus terlibat aktif dalam usaha untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang islami. Dari rumah tangga islami seperti inilah, maka keluarga sakinah akan dapat terwujud dengan sendirinya.

Sekarang saatnya kita mulai menerapkan hal-hal tersebut dalam rumah tangga kita. Semoga rumah tangga kita menjadi sebuah rumah tangga yang islami, yang diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT. Amin……….


(dikutip dari majalah Hidayah)